Bacaan: Kejadian 25-26
Fokus: Kejadian 25:29-34

MENGANGGAP REMEH HAL YANG BESAR

Suatu hari Yakub memasak sayur dengan biji yang kemerah-merahan. Banyak orang yang menyatakan, bahwa itu adalah kacang merah. Namun tentunya sayur kacang tersebut tidak dapat dipastikan tentang apa yang kemerah-merahan itu. Yang pasti, sayur itu membuat Esau, saudara kembar Yakub, memiliki keinginan untuk mencicipi. Tetapi Yakub berkata, jika engkau ingin mencicipnya, maka syarat utamanya adalah menjual hak kesulungan.

Esau diperhadapkan pada dua pilihan, yaitu makanan atau hak kesulungan. Tentu saja secara kadar keremehannya sangat jauh. Makanan hanya dinikmati secara sesaat, tetapi hak kesulungan dinikmati seumur hidup dan bahkan sampai keturunannya. Hak kesulungan dapat menikmati makanan tersebut sampai seumur hidupnya. Tetapi apa yang terjadi pada diri Esau? Ia dengan mudahnya menjual hak kesulungan itu kepada Yakub hanya untuk mendapatkan hanya sekadar sayur kemerah-merahan. Faktor yang menjadikan seperti ini adalah bahwa Yakub terlalu meremehkan hal yang sebenarnya adalah jauh lebih penting dalam kehidupannya. Oleh karena meremehkan dalam kehidupan, maka duka akan melanda seumur hidupnya.

Dalam kehidupan kita, seringkali kita diperhadapkan kepada dua pilihan atau bahkan banyak, yang harus kita pilih. Dengan demikian, kita harus menimbang, manakah yang lebih penting dalam kehidupan kita. Pilihlah hal yang berkenaan dengan masa depan kita, apalagi tentang hal kerohanian. Jangan meremehkan, sebelum terlambat seperti yang dialami Esau.

Yesus Kristus adalah penjamin keselamatan kita. Tuhan Yesus telah memiliki kita. Maka jangan jual Tuhan Yesus dengan hal-hal yang remeh dalam kehidupan kita.

​SOLI DEO GLORIA.

13 Juli 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *