Bacaan: Kejadian 29-30
Fokus: Kejadian 29:15-30

KASIH YANG TULUS, PANTANG MENYERAH

Pada pandangan pertama, Yakub jatuh hati kepada Rahel. Ia sangat mencintai Rahel, sehingga ia rela bekerja selama tujuh tahun untuk mendapatkan Rahel untuk dapat dipinangnya sebagai istrinya. Setelah tujuh tahun  itu, apa yang terjadi? Justru Laban tidak memberikan Rahel, dan sebaliknya, secara diam-diam ia justru memberikan Lea dengan dalih, adat di Haran tidak akan mengijinkan anak yang lebih tua dilangkahi pernikahannya oleh adiknya. 

Oleh karena belum mendapatkan buah hatinya, ia rela bekerja selama tujuh tahun lagi untuk mendapatkan Rahel. Setelah bekerja keras selama tujuh tahun lagi, maka barulah ia mendapatkan Rahel yang dikasihinya. Selama 14 tahun ia berusaha bekerja untuk mendapatkan kasih yang tulus dan sejati itu. Pantang menyerah ia berusaha untuk mendapatkannya.

Kasih adalah dasar bagi Yakub untuk mendapatkan Rahel sampai rela mengorbankan waktu dan tenaganya selama 14 tahun, meskipun ‘ditipu’ oleh mertuanya. Ia tetap gigih pantang menyerah untuk mendapatkan yang dicintai itu. Kasih adalah anugerah Tuhan bagi semua manusia. Melalui kasih atau cinta, maka terdapat semangat hidup yang  merupakan kekuatan yang melampaui kekuatan fisik.

Kasih TUHAN kepada manusia juga merupakan dasar, sehingga Ia rela mengorbankan Diri-Nya bagi manusia, untuk menebus mereka. Maka dari itu, karena Ia telah mengasihi kita, maka sepatutnyalah kita mengasihi-Nya di dalam kehidupan ini.

SOLI DEO GLORIA

15 Juli 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *