Bacaan: Kejadian 37-38
Fokus: Kejadian 37:12-36

RENCANA TUHAN INDAH PADA WAKTUNYA

Yusuf adalah anak Yakub yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi ‘penyelamat’ seluruh isi keluarganya. Ia pun sangat mengasihi saudara-saudaranya. Namun oleh karena tertutup oleh kebencian dan iri hati, maka yang ada dalam hati saudara-saudaranya adalah tindak yang jahat bagi Yusuf. Rencana-rencana jahat dirancangkan oleh mereka untuk menyingkirkan Yusuf, saudara mereka sendiri. Bahkan rancangan pembunuhan pun dengan tega dirancangkan oleh mereka. Memang oleh karena rancangan Ruben, Yusuf terselamatkan dari rancangan pembunuhan tersebut, namun ia tidak terluput dari perdagangan manusia yang dilakukan oleh kakak-kakaknya sendiri. Yusuf dijual oleh mereka sebagai budak, dan pada akhirnya, ia menjadi budak di rumah Potifar.

Jika kita membaca lebih lanjut cerita ini ke perikop-perikop sesudahnya, kita akan melihat penderitaan demi penderitaan, ketidakadilan demi ketidakadilan, semua itu dialami oleh Yusuf. Namun dengan membaca itu semua, kita juga melihat penyertaan Tuhan kepada Yusuf begitu nyata, sampai pada akhirnya ia menjadi orang ke-2 di kerajaan Mesir dan berhasil menjadi alat di tangan Tuhan untuk menyelamatkan umat Tuhan, yaitu saudara-saudaranya. Meskipun mendapatkan rancangan buruk, bahkan pembunuhan, oleh saudara-saudaranya, tetapi ia tidak dendam, dan tetap ingin menolong. Kuncinya adalah selalu ingat, bahwa di tangan Tuhan, semua indah pada waktunya. Yusuf pasrah pada rancangan Tuhan.

SOLI DEO GLORIA

19 Juli 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *