Bacaan: Kejadian 41-42
Fokus: Kejadian 41:53-57

KEHIDUPAN YANG MEMANCARKAN BERKAT

Kehidupan Yusuf adalah kehidupan yang diberkati dan disertai Tuhan. Di mulai dengan mimpinya yang penuh berkat, yaitu seluruh saudaranya akan tunduk kepadanya. Dalam ketakutan jika mimpi itu terwujud, maka saudara-saudaranya bermaksud untuk membunuhnya. Tetapi melalui Ruben, Tuhan menyelamatkannya. Kemudian ia dijual sebagai budak, sampai menjadi budak di rumah Potifar. Budak sebuah rumah tangga sangat berbeda dengan budak kasar. Yusuf dipercaya Potifar untuk mengurus rumah tangganya, berarti Yusuf telah dilatih untuk menjadi pemimpin, karena berarti ia menjadi pemimpin para budak Potifar. Tetapi kembali ia masuk penjara karena korban hoax istri Potifar. Tetapi kembali ia terbebas setelah menjadi penasihat utama Firaun, bahkan menjadi perdana menteri kerajaan Mesir. Hidup Yusuf bukan selalu nyaman, melainkan juga seperti kehidupan manusia lain. Kadang hidup senang, kadang pula penuh dengan kesulitan. Tetapi yang perlu kita lihat, yang merupakan ciri kehidupan Yusuf, hidupnya selalu disertai Tuhan. Oleh karena disertai-Nya, maka berkat itu selalu mengikutinya. Ciri penting lainnya dari kehidupan Yusuf, yaitu di manapun keberadaan hidupnya, ia selalu menjadi berkat bagi orang di sekitarnya. Ketika di rumah Potifar, ia menjadi berkat bagi keluarga Potifar. Ketika di penjara, ia menjadi berkat juga. Ketika ia di istana Firaun, ia pun menjadi berkat bagi orang Mesir.
Maukah kita disertai Tuhan dalam kehidupan kita? Bertekunlah selalu dalam menjalin komunikasi dengan Tuhan melalui Firman-Nya.
Maukah kehidupan kita dapat memancarkan berkat bagi yang lain? Jika kitavterus menjalin komunikasi dengan Tuhan, maka kita akan melihat nyata penyertaan-Nya yang akan menjadikan kita sebagai pancaran berkat bagi sekitar kita.

SOLI DEO GLORIA

21 Juli 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *