Bacaan: Kejadian 47-48
Fokus: Kejadian 47:1-12

SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA

Ketika Yakub berhadapan dengan Firaun, kita melihat dua orang berwibawa, dua orang yang setara, saling berhadapan. Bahkan Yakub memberkati Firaun (ayat 7 dan 10), yang menandakan kesetaraan derajat yang biasa terjadi dalam dunia patriarkhi. Karena tidak mungkin orang yang lebih rendah memberkati orang yang lebih tinggi derajatnya.
Yang menarik adalah keterusterangan Yakub ketika ia ditanya Firaun. Ia berkata: “Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing” (ayat 9). Ucapan ini bukan merupakan ungkapan keminderan, melainkan sebuah ungkapan iman. Dalam keterusterangan itu, Yakub mengingat sejarah hidupnya yang penuh dengan keadaan yang buruk. Tetapi ia tahu, bahwa Tuhan selalu menyertainya, dan kini Tuhan telah mengangkatnya, bahkan dalam kesetaraan dengan Firaun. Tepat pada waktunya, Tuhan mengangkat Yakub. Semua akan berakhir indah pada waktunya jika kita tetap setia berharap kepada-Nya.

SOLI DEO GLORIA

24 Juli 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *