Bacaan: Kejadian 49-50
Fokus: Kejadian 49:28

DOA BERKAT

Dalam hal isi dan tujuan, terdapat tiga jenis doa.

Doa yang pertama adalah doa permohonan pribadi. Isi doa jenis ini adalah permohonan seseorang untuk keadaan pribadinya. Misalnya ketika orang tersebut mengalami persoalan hidup, maka ia berdoa kepada Tuhan, memohon pertolongan, agar Tuhan memberikan jalan keluar dari persoalan hidup tersebut.

Doa yang kedua adalah doa syafaat. Jika doa permohonan pribadi adalah si orang itu berdoa untuk pribadinya sendiri, maka dalam doa syafaat, si pendoa berdoa bukan untuk pribadinya, melainkan untuk orang lain. Sebagai contoh adalah doa syafaat Abraham bagi Sodom dan Gomora, agar kota-kota itu tidak dibinasakan. Jadi isi doa jenis ini adalah permohonan seseorang untuk orang lain, misalnya jika ada temannya yang sedang sakit, maka ia berdoa kepada Tuhan, agar Tuhan memberi kekuatan kepada temannya.

Doa yang ketiga adalah doa berkat. Doa jenis ini hampir serupa dengan doa syafaat, yaitu tidak untuk pribadi si pendoa, melainkan untuk orang lainnya. Namun isi dari doa itu yang membedakan. Isi dari doa itu adalah memberkati yang lain. Perikop fokus kita hari ini berbicara tentang doa berkat.

  1. Jangan menyia-nyiakan momentum doa berkat yang dibacakan oleh rohaniwan di penghujung sebuah kebaktian. Hal yang sangat disayangkan, banyak sekali umat yang pulang duluan, sehingga tidak memperoleh momentum tersebut. Doa berkat Yakub bagi anak-anaknya adalah momentum yang sangat penting dalam kehidupan umat Israel.
  2. Seorang tokoh gereja yang sangat besar pengaruhnya adalah Helena, ibu dari Kaisar Konstantinus. Sang Kaisar masih belum menerima Kristus sebagai Juruselamat, melainkan masih memuja dewa-dewi Romawi. Untuk itu Helena mendoakan anaknya. Doa Helena adalah doa berkat. Ia memberkati anaknya selalu. Sampai pada akhirnya, sang Kaisar, anaknya menjadi orang Kristen, dan orang-orang Kristen yang teraniaya dibebaskan. Juga seluruh aset gereja dan orang Kristen dikembalikan. Bahkan kekristenan menjadi agama negara. Maka biarlah dalam doa-doa kita senantiasa memberkati orang-orang lain, bahkan kepada musuh kita.
  3. Doa ini senantiasa diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi berkat bagi yang lain.

SOLI DEO GLORIA

25 Juli 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *