Bacaan: Keluaran 3-4
Fokus: Keluaran 3:1-22

PENYERTAAN-MU CUKUP BAGIKU

Ratapan umat Israel di Mesir telah sampai kepada Tuhan. Tuhan mendengar seruan penderitaan mereka itu, karena kasih-Nya kepada mereka. Untuk itu Ia datang untuk bertindak. Ia akan mengutus seseorang untuk menjadi alat di tangan-Nya. Musa adalah orang yang akan diutus untuk menjadi alat-Nya.

Saat itu Tuhan menampakkan diri kepada Musa dalam wujud penglihatan nyala api yang keluar dari semak duri. Tuhan berkata kepada Musa: “Pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir” (ayat 10). Dibayangi ketakutan, ia menjawab Tuhan dengan alasan kerendahan diri: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” (ayat 11). Memang kerendahan diri yang menimbulkan ketakutan untuk melangkah sangat menghambat tugas perutusan. Namun Tuhan berkata kepada Musa: “Bukankah Aku akan menyertai engkau” (ayat 12). Sayang sekali juga, ayat-ayat berikutnya Musa tetap memberikan alasan-alasan yang banyak untuk membebaskannya dari tugas perutusan itu, sampai pada akhirnya ia ‘terpaksa’ melaksanakannya.

Jika kita dipanggil Tuhan, apakah kita melakukan seperti Musa? Ya, seringkali kita melakukan seperti Musa, yaitu menolak panggilan itu. Itu sangat manusiawi, karena keberadaan manusia itu lemah. Kerendahan diri dan ketakutan seringkali menghantui kita dan menjadi penyebab kita menolak panggilan itu. Namun kita harus ingat, bahwa PENYERTAAN TUHAN itu cukup bagi kita untuk melaksanakan tugas panggilan-Nya. Misi adalah misi Tuhan, bukan misi kita. Kita sering membayangkan, bahwa tugas panggilan itu menjadikan misi itu adalah misi kita, sehingga ketakutan untuk melangkah muncul dalam kehidupan ini. Namun yang pasti, misi adalah milik Tuhan. Kita hanya alat-Nya saja. Jika misi adalah misi Tuhan, maka penyertaan-Nya akan nyata dalam pelayanan kita.

SOLI DEO GLORIA

27 Juli 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *