Bacaan: Kejadian 5-6
Fokus: Kejadian 6:8-9

KASIH KARUNIA TUHAN BAGI KITA

Setelah manusia jatuh dalam dosa dan pada dasarnya kecenderungannya adalah berdosa, manusia diusir keluar dari taman Eden. Di luar taman Eden, di bumi ini, manusia beranak cucu memenuhi bumi. Oleh karena kecenderungannya adalah berbuat dosa, maka Tuhan memandang, bahwa bumi ini telah rusak dan harus dibinasakan (Kej. 6:11-12). Namun dari sekian banyak manusia di bumi, ada satu orang yang mendapat kasih karunia TUHAN, sehingga tidak akan dibinasakan, yaitu ia dan keluarganya. Orang itu bernama Nuh. Mengapa ia tidak ikut dibinasakan? Apakah ia adalah orang yang suci? Tidak. Seperti telah dikatakan, bahwa setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, maka tidak ada yang suci di hadapan TUHAN. Sekarang mengapa ia tidak akan ikut dibinasakan? Dasar pertama adalah KASIH KARUNIA TUHAN. Mengapa ia mendapat kasih karunia-Nya? Karena ia secara jujur mengakui dosa-dosanya di hadapan TUHAN. Yang pasti, memakai bahasa dari teolog Swiss Karl Barth, bahwa ia mengaku dan merendahkan diri di hadapan TUHAN. Tanpa kerendahan diri itu, maka kasih karunia itu tidak akan sampai kepada Nuh. Untuk itulah Nuh hidup bergaul dengan TUHAN SANG PENCIPTA-nya.

1. Kasih Karunia adalah hal yang utama dalam keselamatan kita. Bukan dengan gagah dan kuasa kita beroleh keselamatan. Tapi oleh karena kuasa TUHAN yang mengasihi kita.
2. Dengan tunduk dan taat, kita mendapatkan kasih karunia itu. Tanpa ketundukan, kita tidak akan mendapatkannya.
3. TUHAN akan menjaga perkembangan rohani kita dengan cara kita setia kepada-Nya untuk bertekun membaca Firman-Nya, seperti yang dilakukan Nuh, yaitu bergaul akrab dengan TUHAN, Junjungannya.

SOLI DEO GLORIA

3 Juli 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *