Bacaan: Keluaran 9-10
Fokus: Keluaran 9:7b dan 9:12

TUHAN MENGERASKAN HATI FIRAUN

Jika kita membandingkan antara ayat 7b dan 12 pada pasal 9, maka kita akan melihat perbedaan subjek. Untuk ayat 7b, subjeknya adalah Firaun. Firaun yang mengeraskan hatinya sendiri di dalam melepaskan umat Israel untuk kembali ke tanah Kanaan. Hal ini berlangsung sampai lima tulah, bahwa Firaun tetap mengeraskan hatinya. Tetapi pada ayat 12, sang subjek berganti, bahwa Tuhan yang mengeraskan hati Firaun. Jadi bukan Firaun yang mengeraskan hatinya sendiri, melainkan Tuhanlah yang mengeraskan hatinya. Mengapa Tuhan mengeraskan hati Firaun?

Pada perikop-perikop sebelumnya, telah berlangsung lima tulah, dan Firaun masih tetap mengeraskan hatinya. Jadi pada dasarnya Firaun memang sudah tidak mau bertobat. Memang kehendak hatinya tidak ingin untuk bertobat di hadapan Tuhan. Firaun sudah berketetapan hati untuk tidak mau melepaskan umat Israel. Jadi oleh karena Tuhan mengenai kehendak hati Firaun yang demikian, maka pada tulah-tulah berikutnya Tuhan sendiri yang mengeraskan hati Firaun.

Tuhan menghargai kehendak bebas atau free will kita, seperti halnya Tuhan menghargai free will Firaun. Tetapi Firaun menyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan kepadanya untuk membolehkan bangsa Israel kembali ke negerinya. Untuk itu, tulah yang paling berat diterima Firaun. Tulah yang paling berat yang sebenarnya adalah “Tuhan mengeraskan hati Firaun”. Jangan sampai tulah itu menimpa kepada kita. Dalam free will kita, hendaknya kita selalu tunduk dan taat kepada-Nya.

SOLI DEO GLORIA

30 Juli 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *