Bacaan: Keluaran 21-22
Fokus: Keluaran 22:31a

Cinta Keteraturan

Terdapat dua macam ekstrem ajaran teologis tentang aturan.

Ekstrem pertama adalah ajaran yang menekankan tentang aturan atau hukum. Hukum sangat penting bagi manusia. Maka semua manusia harus taat hukum. Hukum harus dijalankan letterlijk apa adanya seperti yang tertulis. Kalau di situ tertulis “hukuman mati”, ya harus dilaksanakan seperti itu. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang nomistik. Mereka “diperbudak” oleh hukum, karena hidup mereka adalah demi hukum.

Ekstrem kedua adalah ajaran yang menekankan tentang kebebasan. Ketika Kristus telah membebaskan manusia, maka tidak perlu Taurat lagi, tak perlu hukum dan aturan lagi, karena hukum atau aturan itu mengekang dan membelenggu.

Tentu saja kedua ekstrem tersebut keliru. Kita memang telah dibebaskan oleh Kristus, yaitu dibebaskan dari dosa. Paulus juga berkata, bahwa kita telah dibebaskan dari belenggu hukum. Yang dimaksud di sini adalah aturan-aturan hidup yang sangat banyak, yang mengekang dan membelenggu. Tetapi Paulus sekali-kali tidak mengatakan, bahwa koridor hidup Kitab Suci harus dihilangkan. Di sisi lain, hukum tersebut dibuat untuk sebuah tujuan. Tujuan tersebut adalah agar umat-Nya dapat hidup kudus: “Haruslah kamu menjadi orang-orang kudus bagi-Ku.” Oleh karena itu bukan kita hidup untuk hukum, melainkan hukum dicipta untuk kekudusan hidup kita, supaya kehidupan ini dapat menjadi teratur. Biarlah kita selalu membaca Firman-Nya yang merupakan koridor jalan kehidupan kita. Setiap hari kita membacanya, melaluinya kita dapat menjaga kekudusan kita.

SOLI DEO GLORIA
5 Agustus 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *