Bacaan: Kejadian 11-12
Fokus: Kejadian 11:1-9

BARANGSIAPA MENINGGIKAN DIRI, AKAN DIRENDAHKAN

Ada beberapa pernyataan penting dalam bacaan fokus kita pada hari ini. 

Yang pertama, adalah pernyataan manusia yang berkata demikian: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota”. Kota dalam tradisi Perjanjian Lama selalu identik dengan tembok. Sebuah kota biasanya dikelilingi oleh tembok berkubu, yang melindungi mereka dari serangan musuh. Tentu hal ini bukan hal yang salah. Tetapi yang salah di sini adalah pernyataan “bagi kita”. Istilah ini mengandung makna dalam bentuk parafrasa demikian: “Biarlah kita melindungi diri kita sendiri. Kita tidak butuh TUHAN. Dengan membangun kota bagi diri kita sendiri, maka kita akan mampu melindungi diri sendiri tanpa bergantung orang lain, apalagi TUHAN”. Jadi sejak saat itu manusia tidak ingin tunduk kepada TUHAN, karena merasa sudah mampu dan bisa melindungi diri sendiri, tanpa bergantung kepada-Nya.

Kedua, adalah pernyataan: “Sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit”. Membangun gedung yang menjulang tinggi tentu juga bukan hal yang salah dan keliru. Yang keliru di sini, puncaknya sampai ke langit. Dari pernyataan ini, mereka ingin menandingi TUHAN. Mereka ingin menjadi seperti TUHAN. Mereka akan mengobrak-abrik dan menguasai surga yang mulia dengan kejahatan mereka.

Ketiga, pernyataan yang mengatakan, bahwa mereka akan cari nama untuk kota itu. Konsep cari nama pada dunia waktu itu memiliki makna bentuk penguasaan, bentuk kegagahan. Jika mereka telah memberi nama, maka mereka merasa superior dan penguasa dunia.

Ketiga hal tadi dapat diringkas menjadi satu pernyataan, bahwa manusia sudah ingin meninggikan diri di hadapan TUHAN. Supaya manusia tidak terlanjur semakin meninggikan diri, maka mereka diserakkan, sehingga bubarlah maksud dan tujuan yang jahat. Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan oleh TUHAN. Merendahkan diri di hadapan TUHAN, selalu bergantung kepada TUHAN, adalah tindakan yang harus kita lakukan kepada TUHAN kita.

SOLI DEO GLORIA

6 Juli 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *