Bacaan: Keluaran 25-26
Fokus: Keluaran 25:1-9

PERSEMBAHAN YANG TERBAIK

Perikop yang menjadi fokus kita pada hari ini berbicara mengenai perintah pembangunan kemah suci, di mana Tuhan berdiam di tengah umat-Nya. Yang terpenting di sini adalah kata “diam di tengah-tengah mereka”. Oleh karena kasih-Nya kepada umat-Nya, Ia ingin bersama dengan umat-Nya. Oleh karena itu ada ungkapan di kalangan umat-Nya, yaitu “imanuel” yang berarti Tuhan beserta kita. Untuk mewujudkannya, ada dua hal yang harus dilakukan umat-Nya, yang merupakan respon akan keinginan Tuhan untuk bersama umat-Nya, yaitu

1. Umat membuat kemah suci dan perangkatnya sebagai simbol kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya. Memang bangunan atau kemah hanya sekadar tempat saja. Yang terpenting di situ, ada tempat untuk berkumpulnya umat, dan ketika dalam persekutuan itu, Tuhan hadir di tengah-tengah mereka. Itulah fungsi bangunan gereja sekarang ini. Gedung gereja hanya sekadar bangunan biasa yang tidak boleh dikultuskan. Tetapi fungsi bangunan tersebut adalah mempersekutukan umat, dan Tuhan hadir dalam persekutuan itu.

2. Bangunan atau kemah tersebut tidak boleh dikultuskan, karena yang harus disembah adalah Tuhan saja. Oleh karena itu Salomo berkata pada 2 Tawarikh 2:4, “aku hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN …” Jadi fungsi bangunan atau kemah tersebut adalah tempat berkumpulnya umat untuk menguduskan dan memuliakan nama TUHAN.

3. Untuk membangun tempat bagi nama TUHAN tersebut diperlukan “uang”, sehingga dibutuhkan persembahan khusus dari umat. Persembahan adalah sebuah respon manusia atas kasih dan anugerah Tuhan, bahwa Ia ingin berdiam bersama dengan umat-Nya. Maka, biarlah kita mau memberikan persembahan yang terbaik bagi proses koinonia atau persekutuan di dalam gereja, agar dapat berjalan dengan baik.

SOLI DEO GLORIA

7 Agustus 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *