Bacaan: Kejadian 15-16
Fokus: Kejadian 15:6

IMAN ABRAM

Pada mulanya di dalam kehidupannya Abram memiliki keraguan dan kebimbangan. Sampai waktu yang menurut pemikirannya adalah waktu yang sudah terlambat, karena istrinya telah tua, tetapi sampai saat ini ia masih belum memiliki anak laki-laki. Justru melalui hamba perempuannya, ia memiliki anak. Sehingga Abram merasa sedih, karena yang akan menjadi ahli waris adalah anak dari hamba perempuannya. Apakah kebimbangan ini adalah hal yang salah? Bagi bacaan kita hari ini, kebimbangan ini adalah hal yang manusiawi. Wajar jika Abram bimbang dan ragu, dan tidak perlu ia dipersalahkan. Yang kita lihat di sini, Abram meletakkan kebimbangan dan keraguan manusiawi itu kepada TUHAN. Ia bergaul akbran dengan TUHAN. Ia mencurahkan isi hatinya itu kepada TUHAN.

Di tengah percakapan dengan TUHAN itu, DIA berjanji kepada Abram, bahwa yang akan menjadi ahli waris bukanlah anak dari hambanya, melainkan anak dari istrinya. Bahkan dikatakan, bahwa Abram akan memiliki keturunan yang sangat banyak. Apa yang terjadi setelah itu? Abram tidak ragu dan bimbang lagi, melainkan ia percaya akan janji TUHAN. Ia percaya, bahwa TUHAN akan menolongnya tepat pada waktunya. “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran”. 

SOLI DEO GLORIA.

8 Juli 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *